Senin, 11 Januari 2010

Mengkoneksikan 2 Buah Komputer


Cara Mengkoneksikan 2 PC Menggunakan Kabel Cross














Beberapa hal yang dibutuhkan untuk mengkoneksikan 2 PC menggunakan kabel cross diantaranya :
- Tang kerimping
- 2 buah RG 45
- Kabel UTP 5e dengan panjang secukupnya, sesuai dengan selera anda
- 2 buah PC yang akan dikoneksikan
Pertama lepaskan shield kabel ( pelindung kabel biasanya bewarna abu -abu ) beberapa centimeter ( 2 cm), dengan memotong shield tersebut menggunakan tang kerimping, kemudian lurus-luruskan kabel-kabel yang berwarna-warni tersebut, kemudian urutkan kabel berdasarkan pewarnaannya di salah satu ujung kabel UTP tersebut. Hal yang harus dilakukan untuk mengkoneksikan kedua PC di windows yaitu
urutan kabel cross yang urutannya adalah sebagai berikut :
Berikut ini adalah urutan pengabelan Straight
Ujung A
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat
Ujung B
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat

Berikut ini adalah urutan pengabelan Cross :
Ujung A
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat
Ujung B
1. Putih Hijau
2. Hijau
3. Putih Orange
4. Biru
5. Putih Biru
6. Orange
7. Putih Coklat
8. Coklat

PC Pertama Masukkan ke network connection di control panel : Start menu | run | control panel Setelah itu masuk ke bagian Network Connections Kemudian pilih Local Area Network Connection Klik kanan Local Area Network Connection, pilih properties Di kotak dialog Local Area Network Connection Properties, di bagian tab General pilih Internet Protocol ( TCP/IP ) Kemudian Klik Properties Setelah itu masukkan IP Addressnya 192.168.1.2, kemudian Netmasknya 255.255.255.0 Setelah itu klik button OK, kemudian Close Nah untuk PC yang kedua tahapnya sama saja dengan yang diatas namun Alamat IP Addressnya berbeda dengan PC yang sebelumnya, anda dapat mengisinya dengan 192.168.1.1 atau dengan IP 192.168.1.x yang lain, terserah anda. Dengan catatan netmasknya harus sama dengan pc yang sebelumnya yakni 255.255.255.0 Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi network setup wizard untuk kedua PC tersebut, agar keduanya dapat saling terhubung sebagai satu workgroup. Setelah selesai, lakukan ping dari salah satu PC tersebut ke PC lainnya.


MENGKONFIGURASI IP ADDRESS
Setelah jaringan secara fisik terinstall, maka Anda harus mengkonfigurasi IP Address masing –masing computer sehingga dapat saling berkomunikasi/terko neksi. IP Address adalah pengalamatan jaringan computer yang terdiri dari 32 bit biner. Untuk membuat jaringan LAN anda dapat menggunakan IP Address salah satu kelas dibawah ini :
• Kelas A : 10.x.x.x dengan subnet mask 255.0.0.0
• Kelas B : 172.16.x.x – 172.31.x.x dengan subnet mask 255.255.0.0
• Kelas C : 192.168.x.x dengan subnet mask 255.255.255.0
Dalam satu jaringan LAN, semua komputer harus menggunakan kelas yang sama. Pada praktek kali ini kita menggunakan Kelas C.Karena jumlah computer yang terkoneksi sedikit, dimana kelas C ini mampu mengkoneksikan maksimal 254 komputer. Jadi kita menggunakan IP :
192.168.x.x dengan Subnet 255.255.255.0
255.255.255.0 maksudnya 24 bit pada IP Address merupakan network address sedangkan 8 bit berikutnya adalah host ID (ingat 255 jika dibinerkan ada 8 bit yaitu 11111111). Nilai x di atas dapat di isi terserah dengan range 1 – 254. Jadi :
Host ID Jadi Range alamat IP Address LAN kita nantinya = 192.168.1.1 – 192.168.1.254 Subnetmask 255.255.255.0 (jika bingung dengan keterangan di atas, selalu pakai range IP Address ini saja bila ingin membangun LAN, gak sah pusing-pusing mikirin teori di atas) Adalah Network address sedangkan x 192.168.x
Pada kali ini kita akan menggunakan network address 192.168.1 dan host ID antara 1 -254. (Nama pada masingmasing computer harus unik artinya jika ada computer dengan IP Address 192.168.1.1 maka tidak boleh ada computer lain dalam satu LAN yang mempunyai IP Adress tersebut)
Cara Mengeset IP Addess adalah sebagai berikut :
1. Control Panel sampai keluar kotak dialog Setting Click Start Control Panel.
1. Double-Click Icon Network Connection sampai keluar kotak dialog Network Connection
2. Double-Click Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotak dialog Local Area Connection Properties sampai keluar kotak dialog baru : Internet Protocol (TCP/IP) Protocol
3. Klik use the following IP Address , Masukkan data-data IP Address. IP Address computer 1 adalah 192.168.1.1 komputer 2 : 192.168.1.2 dst, dengan subnet mask 255.255.255.0 . sedangkan untuk gateway dikosongkan saja, karena jaringan LAN tidak terhubung ke jaringan LAN lain/internet.
4. Setelah data-data setting TCP/IP ini dimasukkan, click OK untuk menutup kotak dialog Internet Connection (TCP/IP) Properties.
5. click OK untuk menutup kotak dialog “Local Area Connection Properties”
6. sampai keluar kotak dialog RUN, dan ketikkan CMD sampai keluar kotak ialog baru “command” Run Click Star
7. Di kotak dialog “Command” tadi, ketikkan : ipconfig . Jika Ethernet dari computer belum tersambung dengan LAN, akan keluar hasil seperti gambar dibawah.
8. Lakukan test ping koneksi dengan computer sebelah (computer dengan ip address 192.168.1.2192.168.1.3, dsb), dengan mengetik pada command prompt : , C:\Documents and Settings\Lenovo>ping 192.168.1.2
• Pinging 192.168.1.1 with 32 bytes of data:
• Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time=3ms TTL=64
• Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time=3ms TTL=64
• Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=64
• Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=64

Kelebihan dan kekurangan Windows 7

Kelebihan Windows 7
- Berjalan lebih cepat dibandingkan Vista, tapi masih sedikit lebih lambat dibandingkan XP, tapi untuk versi x64 merupakan versi yang paling cepat bila dibandingkan XP atau Vista.
- Fitur sekuriti yang benar-benar ketat. Jika sebelumnya kita bisa memaksa software untuk dapat diinstal di Vista (karena ada masalah kompatibilitas), kini tidak lagi.
- Lebih sedikit membutuhkan ruangan harddisk
- Manajemen memory yang lebih baik
- Pengaturan taskbar yang lebih baik
- Hampir semua driver untuk Vista bisa digunakan di Windows 7
- Help Tool yang lebih baik.

Kekurangan:
- Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di WIndows 7 (karena masih versi beta)
- Susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di VIsta, juga dipasang di Windows 7

Windows 7 ini sudah bisa didownload mulai bulan Januari 2008 ini dan akan berakhir trialnya sekitar bulan Agustus 2008.

Release resmi Windows 7 diperkirakan akhir 2009 atau awal 2010.

Kalau Anda ingin mencoba menggunakan Windows 7, sebaiknya dengan menggunakan dual booting, sehingga Anda tetap bisa bekerja dan main game di satu partisi XP, sambil mereview Windows 7 di partisi lainnya.

Dan jangan mengganti sistem operasi utama Anda menjadi Windows 7, karena pasti Anda akan banyak terganggu, dan Microsoft sendiri tidak menyarankan.

Untuk instalasi driver, Anda bisa mencoba untuk menggunakan versi Vistanya. Kalau tidak bisa, coba lihat disitusnya, mungkin sudah ada dukungan untuk Windows 7 betanya.

Sebelumnya, sudah pernah dibandingkan antara Win 7 dengan Win Vista, dan pemenangnya adalah Win 7. Tapi, masih ada pendahulu yang sampai berita ini diturunkan masih digemari hampir di seluruh penjuru dunia. Dia adalah Win XP. Para pengguna OS WIN pasti berpikir ingin “migrasi” ke Win 7 karena banyak gosip atau isu bahwa Win 7 adalah OS WIN yang bagus. Maka dari itu, diadakan tes performa, Win XP, Win Vista, dan Win 7. Siapa di antara ketiganya yang akan keluar sebagai pemenang, coba lihat tes di bawah ini.

Sebagai permulaan, tes ini dilakukan pada laptop Toshiba Satellite M45-S269 dengan spesifikasi 1.73-GHz dengan 1GB RAM dan sebuah hard drive 100GB. Karena berpindah dari XP akan menjadi pertanyaan bagi semua orang, pada tes ini digunakan Win XP Professional, dan Win Vista Professional. Semuanya menggunakan versi 32-bit dan semuanya dites setelah dilakukan format berulang kali.

Setelah itu, menginstall Microsoft Office 2007 Ultimate, Windows Live Essentials (Mail, Movie Maker, Photo Gallery, Messenger), dan Picasa 3.5. Ini dilakukan agar hasilnya akan lebih nyata jika dibandingkan dengan tes tanpa menggunakan aplikasi apapun. Kemudian tes dilakukan dengan cara mencoba menyala-matikan setiap OS, serta peformanya. Tes ini dilakukan sebanyak tiga kali dan dirata-ratakan hasilnya.

Start-up dan Shutdown

Hasil dari tes dasar ini sangat mengejutkan. Untuk perbandingan saat Start-up, dilakukan dengan cara menekan tombol power dan mematikan waktu ketika semua proses Start-up selesai. Untuk hal ini, Win XP adalah yang tercepat, tapi perlu diingat bahwa laptop yang digunakan dibuat pada jaman XP; mesin-mesin baru akan disesuaikan untuk Win 7. Tetapi, tujuan dari tes ini adalah apa yang dapat diperoleh dengan mengganti OS dengan Win 7.

Windows XP

Windows Vista

Windows 7
Waktu Start-up (dalam menit: detik)
0:49

1:07

1:03
Waktu Shutdown (dalam detik)
17

12.5

11.5
Membuat video dengan Picasa (dalam menit: detik)
5:36

6:02

5:41
Geekbench (Semakin tinggi lebih baik)
1,241

1,248

1,260
SunSpider (dalam milidetik, semakin kecil lebih baik)
3,170

2,647

1,828
PCMark05 (Semakin tinggi lebih baik
1,868

1,731

1,823

Win 7 menyamakan kedudukan dalam hal Waktu Shutdown, mengungguli XP dengan beda waktu 5.5 detik, atau sebesar 32%. Pada tes sebelumnya, Win 7 melewati jauh Vista pada Start-Up maupun Shutdown. Kritik utama untuk XP adalah waktu Shutdown yang lama, dan itu telah terbukti. Vista saja lebih cepat dari XP. Tentu saja, untuk waktu Start-Up, XP masih yang tercepat.

Diposkan oleh iit nur utami di 09:13 0 komentar
Label: keuntungan dan kelebihan
Aplikasi windows 7

20 Fitur Baru Windows 7

1.Anda harus tahu bahwa W7 tidak akan memiliki perubahan drastis dari segi arsitektur perangkat lunak seperti Vista dari XP — Microsoft sendiri sudah berjanji bahwa pengguna yang meakukan upgrade dari Vista tidak akan menemui masalah kompatibilitas. Karena W7 tidak banyak berubah di belakang layar, Microsoft dapat memfokuskan pengembangan pada pengalaman pemakaian OS itu sendiri dan bukan pada berbagai aspek teknis lain seperti keamanan dan stabilitas. Sebagian besar perubahan yang dikemas W7 berusaha untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan pengguna, dan di bawah ini adalah beberapa dari fitur-fitur baru W7 yang sudah terlihat di demonstrasi PDC Microsoft.


2. Taskbar
Mendapat perubahan terbesar sejak pertama kali debut di Windows 95. Windows 7 sudah tidak akan lagi menampilkan ikon aplikasi kecil lengkap dengan nama aplikasi melainkan hanya ikon berukuran besar mirip dengan Mac OS X. Daftar jendela yang ditampilkan saat menempatkan tetikus di atas ikon aplikasi juga diganti dengan user interface (UI) "ribbon" yang menampilkan thumbnail jendela yang terbuka secara menyamping.Alat-alat lain yang terhubung ke komputer seperti kamera juga akan muncul di taskbar bersama jendela aplikasi. Secara keseluruhan fitur ini membuat Windows 7 tampil menarik.

3. System Tray
Secara resmi dinamakan sebagai "Notification Area," Microsoft akhirnya memungkinkan pengguna alat-alat untuk menata area desktop yang sering berantakan ini. Pengguna dapat memiliki ikon apa saja yang ditampilkan di System Tray, mengubah posisi ikon dan apakah mereka diperbolehkan menarik perhatian pengguna dengan notifikasi.

4. Jump List
Menu jump list akan muncul di Start Menu atau saat pengguna melakukan klik di salah satu aplikasi Taskbar, memberikan beberapa pilihan pada pengguna untuk melakukan berbagai aksi yang didukung aplikasi. Gambar di bawah ini memperlihatkan jump list Windows Media Player (WMP) yang memberikan opsi pada pengguna untuk memutar lagu, melihat lagu-lagu terakhir yang diputar dan banyak lagi.

5. User Account Control (UAC) yang Lebih Baik
UAC merupakan salah satu fitur yang paling dibenci pengguna Windows Vista. Kini selain pilihan "On" dan "Off," pengguna dapat memilih agar UAC hanya muncul saat instalasi aplikasi atau saat sebuah aplikasi mengubah konfigurasi Windows saja. Belum diketahui apakah perubahan ini cukup untuk menjadikan UAC dari musuh menjadi teman, tetapi perubahan ini setidaknya akan menjadikan UAC Windows lebih ramah.

6. Kinerja
Microsoft mengatakan bahwa mereka banyak melakukan perubahan untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas Windows 7 seperti mengurangi waktu boot dengan mengaktifkan beberapa aplikasi secara parallel, metode manajemen memori baru dan banyak lagi. Saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan kinerja, kita harus menunggu datangnya versi yang sudah hampir rampung untuk mendapatkan benchmark yang berarti, tetapi menurut Technologizer, Windows 7 terasa sangat cepat dioperasikan di laptop Dell yang dipinjamkan Microsoft — dan bersih dari bloatware.

7. Device Stage
Fitur baru ini mengumpulkan semua hal yang berhubungan dengan peripheral di satu tempat untuk memudahkan pengguna seperti konfigurasi, fitur, dokumentasi bahkan layanan pembelian tinta printer dan lain-lain.

8. Libraries
Apabila Anda sudah mengenal konsep library untuk lagu seperti yang dimiliki iTunes, konsep library di Windows 7 juga tidak akan asing bagi Anda. Fitur ini mengumpulkan semua file dalam PC Anda berdasarkan tipe ke dalam library masing-masing untuk memudahkan manajemen media. Sebagai contoh, semua foto dari semua PC dan jaringan akan dikumpulkan di sebuah library foto yang dapat diakses di satu tempat seperti gambar di bawah ini.

9. HomeGroups
Windows 7 memperkenalkan fitur jaringan baru bernama HomeGroups yang bertujuan untuk memudahkan beberapa komputer satu jaringan untuk saling berbagi file dan peripheral — seolah-olah semua itu terletak pada satu PC yang sama. Walaupun fitur-fitur Windows Networking sejak dulu selalu bertujuan sama, pada kenyataannya konfigurasi untuk menggunakan printer jaringan masih tetap terlalu sulit untuk sebagian besar pengguna.

10. "Peeking" (Mengintip)
Fitur peeking pada Windows 7 memudahkan pengguna untuk dengan cepat membaca konten dalam satu jendela tanpa perlu berinteraksi dengan jendela tersebut. Menempatkan tetikus di atas thumbnail jendela di Task Bar akan mengubah semua jendela yang terbuka menjadi transparan kecuali jendela yang dipilih. Selain dapat "mengintip" jendela aplikasi tertentu pengguna juga dapat mengintip desktop Windows.

11. Sidebar Tidak Lagi Digunakan
Jika dibandingkan dengan widget Mac OS X yang dapat ditempatkan di desktop, perbedaan paling mencolok dari gadget Microsoft adalah peletakannya pada sidebar di sebelah kanan layar. Di W7, sidebar tersebut dihilangkan karena dianggap terlalu banyak menggunakan tempat yang ada dan gadget kini dapat diletakkan langsung di desktop. Walaupun hal ini juga sebenarnya dapat dilakukan di Vista.

12. Kompatibilitas iTunes
WMP kini mendukung dua format media favorit Apple: AAC untuk audio dan H.264 untuk video. WMP ini juga dapat menemukan library iTunes yang ada pada jaringan dan memutar isinya. Fairplay DRM Apple tidak didukung, tetapi entah kenapa memutar sebuah video podcast yang beresolusi lumayan terlihat buruk di WMP.

13. WMP Minimalis
Ketika Anda melakukan klik kanan pada sebuah file media di Windows Explorer dan menggunakan WMP untuk memutarnya, WMP akan muncul dalam mode minimalis yang tidak mendominasi desktop Anda. Anda juga bisa memutar media pada preview pane Windows Explorer tanpa perlu meluncurkan WMP sama sekali.

14. Streaming Multimedia
W7 menambahkan fitur pengiriman file media dari PC ke berbagai alat yang mendukung streaming seperti sistem musik Sonos melalui jaringan. Microsoft mengatakan bahwa W7 akan mengubah file ke dalam format sehingga dapat diputar oleh pemutar media Anda. Hal ini juga berarti Microsoft sudah selangkah lagi mendekati cita-cita Bill Gates menjadikan Windows pusat media di rumah. Versi Media Center dari Windows 7 juga mendapatkan upgrade besar.

15. Pengaturan Jendela Otomatis
Geser jendela mendekat tepi kanan atau kiri maka jendela tersebut akan langsung berubah ukuran menjadi setengah layar. Hal ini ditujukan untuk memudahkan Anda menyusun dua jendela secara berdampingan (seperti browser atau dokumen Word) agar Anda dapat dengan mudah bekerja pada kedua jendela sekaligus.
16. Mencari Semua Tempat Sekaligus
Fitur W7 bernama "Search Federation" memungkinkan Anda untuk mengikutkan berbagai komputer, media penyimpanan jaringan dan situs ke dalam pencarian Windows 7.

17. Tema
Microsoft sudah sangat lama sekali tidak mengantarkan perubahan besar pada fitur kustomisasi tema di Windows. Di W7 Microsoft menyediakan sebuah pemilih tema baru yang lebih baik dengan fitur preview dalam ukuran asli dan memungkinkan Anda untuk menyimpan tema kustom hanya dengan dengan beberapa klik. Microsoft juga berencana untuk mengganti namanya dari Themes menjadi Styles.

18. Windows Live
Secara resmi Microsoft memiliki mengemas sedikit sekali aplikasi pada W7, tidak seperti Vista. Aplikasi Photo Gallery, Movie Maker dan email telah dijadikan unduhan gratis yang disebut Windows Live Esentials, walaupun Microsoft tetap berharap berbagai vendor PC tetap akan mengemas Windows Live Essentials ke dalam komputer yang mereka jual.

19. Paint Baru
Windows Paint yang sudah banyak terlupakan mendapatkan upgrade besar, kini tampil dengan UI ribbon dari Office 2007 yang sekarang telah menjadi standar di berbagai aplikasi Microsoft. Walaupun masih banyak yang menganggap Paint.net sebagai alternatif pengganti Paint yang lebih baik.

20. Fitur Layar Sentuh
Windows 7 adalah versi Windows pertama yang mendukung multi-touch yang memungkinkan Anda mengendalikan OS ini dengan kedua tangan. Masih banyak yang ragu apakah multi-touch akan merevolusi dunia PC sebagaimana ia merevolusi dunia ponsel. Saat ini hampir tidak ada PC yang beredar di pasar yang mendukung fitur layar sentuh selain TouchSmart dari HP dan Latitude XT dari Dell. (via Technologizer)
Diposkan oleh iit nur utami di 08:49 0 komentar
Label: Aplikasi windows 7
Windows 7
Windows 7

Microsoft sepertinya sudah patah arang dengan Vista. meski sudah genap 2 tahun sejak dirilis, mereka sudah memamerkan sistem operasi pengganti Vista yang disebut Windows 7. Apa saja yang Baru dari Windows ini ? saya akan mencoba memberikan beberapa informasi tentang windows 7 ini.

Windows Vista gagal ? secara penjualan tidak. awal tahun 2008, Microsoft menyebut vista menembus angka 100 juta penggguna. namun secara citra, Vista memang kartu mati. masyarakat umum terlanjur mengasosiasikan Vista sebagai Sistem Operasi yang membutuhkan hardware kelas berat, memiliki masalah kompabilitas, dan harganya yang mahal. citra itu coba dilawan oleh Microsoft dengan serangkaian iklan agresif salah satunya melibatkan Bill Gates, namun sepertinya tidak mampu mengangkat citra Vista yang terlanjur terpuruk.

yang baru di Windows 7 :

1. Perubahan pertama terletak pada Taskbar.

Bila pada Vista dan Xp masih menggunakan icon kecil pada Taskbar, maka pada Windows 7 sudah menggunakan icon ukuran besar yang apabila kursor kita arahkan pada icon tersebut maka akan tampil seperti jendela Thumbnail.

2. Device Stage

Fitur ini akan memudahkan pengguna karena menampilkan semua hal yang berhubungan dengan peripheral tertentu., seperti fitur konfigurasi dan dokumentasi.

3. Mobile PC

Windows 7 sudah mendukung fungsi pengiriman file media dari PC ke berbagai perangkat elektronik yang telah mendukung streaming melalui jaringan.

4. Styles

Mendukung Tema dengan ukuran Asli pada windows 7.

Rabu, 06 Januari 2010

Optimalisasi Windows 7

OPTIMALISASI KINERJA WINDOWS 7

Ketika sistem operasi Windows Vista akan diluncurkan, jarak antara rilis versi sebelumnya (yaitu Windows XP) adalah lebih dari 5 tahun. Sementara itu hanya perlu 3 tahun saja sejak Vista dirilis, hingga pengumuman munculnya Windows 7 versi RTM (release to manufacturer) atau final. Ada berbagai spekulasi di seputar rilisnya Windows 7, apalagi kemunculan resminya tidak jauh dari dirilisnya Windows Vista Service Pack 2. Mengapa life cycle sistem operasi sebelumnya (Windows Vista) masih dilanjutkan, sementara pada saat yang sama sistem operasi yang baru sudah muncul ?
Akan sangat mudah bagi publik untuk membuat dugaan atau spekulasi macam-macam. Namun ternyata sebenarnya pengembangan XP, Vista, dan Windows 7 tidaklah mengikuti sebuah alur linier. Bila kita cermati riwayat pengembangannya, ternyata salah bila diasumsikan bahwa sesudah XP, dibuat Vista, dan sesudah Vista lalu Windows 7. Lebih salah lagi bila dianggap bahwa kemunculan sebuah sistem operasi baru adalah untuk mengganti yang telah ada sebelumnya.
Ternyata rencana awal untuk mengembangkan Windows 7 justru sudah dimulai sejak Windows XP. Ketika itu kode nama proyek pengembangannya adalah Blackbomb. Karena berbagai hal, pengembangan Blackbomb ditunda dan sebuah proyek lain, yaitu Longhorn (nama awal Windows Vista) didahulukan, hingga akhirnya selesai dan diluncurkan pada tahun 2006. Tentu saja pengembangan Blackbomb diteruskan karena pada tahun bersamaan dengan peluncuran Vista, nama kode proyeknya diubah menjadi Vienna.
Kalau memang ternyata dari satu rilis OS Microsoft ke yang berikutnya tidak mengikuti alur linier, yang jelas pengembangan OS yang lebih baru akan berusaha merespon feedback publik berkaitan dengan kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Pada kenyataannya, Vista banyak mendapat kritik tajam dari para pengguna di seluruh dunia. Satu di antara keluhan itu adalah persyaratan hardware yang cukup tinggi untuk bisa menjalankan OS ini secara layak, dengan menampilkan semua kemampuan dan fiturnya.
Windows 7 adalah sebuah jawaban terhadap kritik yang ditujukan pada Windows Vista. Dari sejak versi Release Candidate (RC), beta, hingga Release to Manufacturer (RTM) ada banyak tanggapan positif dari banyak pengguna Windows. Namun demikian, tetap saja Windows 7 tidak akan bisa langsung memuaskan semua orang. Untuk sebagian besar ini disebabkan OS baru ini diupayakan agar bisa berjalan dengan baik pada sebanyak mungkin variasi hardware dan konteks penggunaan. Selain itu, sangat beralasan bahwa asumsi hardware yang akan digunakan pengguna adalah sesuai dengan konteks perkembangannya yang kontemporer. Dalam kaitan ini, bila komputer yang kita gunakan memiliki spesifikasi yang cukup tinggi dan menggunakan hardware terkini, maka penggunaan Windows 7 secara umum relatif tidak akan menemui masalah. Masalah akan ditemui bila komputer kita memiliki hardware lama atau upgrade menggunakan komponen-komponen baru.
Penulis berpendapat bahwa masalah tersebut berkisar pada performa yang lambat dan kurang adanya respon yang menunjang efektifitas dan efisiensi kerja. Hal inilah yang mungkin akan menimbulkan pertanyaan, “Untuk apa melakukan upgrade sistem operasi, bila dengan sistem operasi yang lama semua pekerjaan masih bisa tertangani ?” Dengan latar belakang inilah penulis berpendapat bahwa optimalisasi kinerja Windows 7 sangat penting untuk diketahui. Upgrade sistem operasi tetap menjadi penting karena bersamaan dengan itu kita akan menjadi adaptif pada teknologi dan kemungkinan-kemungkinan baru. Namun bersamaan dengan itu diperlukan optimalisasi karena pada dasarnya optimalisasi berarti menyesuaikan sistem operasi dengan paduan hardware yang ada pada komputer, untuk kinerja yang semaksimal mungkin dalam rangka penanganan pekerjaan kita sehari-hari.

II. OPTIMALISASI TANPA SOFTWARE
Yang dimaksud dengan optimalisasi tanpa software adalah langkah-langkah yang bisa kita lakukan pada Windows 7 dalam keadaan default, tanpa penambahan software apapun di luar paket instalasi Windows 7 untuk mengoptimalkan kinerjanya.
A. Mempercepat Start-up / Booting time
1. Mengaktifkan semua core processor
Sejak Windows Vista, terdapat pilihan ini yang dalam keadaan default tidak diaktifkan. Bila processor yang kita miliki memiliki inti / core lebih dari satu, maka dengan mengaktifkannya, secara teoretis proses booting akan menjadi lebih cepat karena semua core akan dilibatkan dalam prosesnya.
Caranya adalah klik Start, ketikan MSCONFIG, enter, masuk ke tab ‘boot’, pilih ‘advanced options’, beri tanda check pada ‘number of processors’, lalu pada menu drop down pilih jumlah maksimum yang ada.
Bila processor kita memiliki 2 buah core, maka di situ akan muncul 2, bila 4 maka akan muncul 4.
2. Mematikan Services yang tidak perlu
Sebenarnya ada cukup banyak Services yang dapat kita matikan untuk meningkatkan efisiensi proses booting, namun mematikan terlalu banyak services yang kita sendiri tidak tahu persis fungsinya akan memiliki dampak pada stabilitas sistem. Oleh karena itu kita dapat memprioritaskan ini pada services yang sudah pasti jarang atau tidak akan kita gunakan.
Untuk melakukan ini caranya adalah Caranya adalah klik Start, ketikan MSCONFIG, enter, masuk ke tab ‘services’, lalu hilangkan tanda check pada services yang kita ingin matikan. Sebagai panduan, ada baiknya kita beri tanda check dulu pada Hide All Microsoft Services. Ini artinya, kita akan hanya melihat services yang dijalankan oleh softwares yang kita instal setelah menginstal Windows 7. Sulit untuk disebutkan apa saja contoh services ini karena setiap orang tentu tidak menginstal program yang sama. Namun dengan melakukan ini, kita akan mematikan terlebih dahulu unsur-unsur program tambahan yang bisa jadi tidak akan berdampak pada Windows dan software-nya itu sendiri (sebagai contoh; Google Updater Service, Yahoo Updater, dan sebagainya.
Berikut ini ada beberapa services yang dimiliki oleh Windows 7 yang dapat kita nonaktifkan melalui MSCONFIG :
  • Bitlocker Drive Encription Service (bila kita tidak menggunakan Bitlocker)
  • Bluetooth Support Service (bila kita tidak menggunakan Bluetooth)
  • Disk Defragmenter (bila kita tidak akan melakukan defrag secara terjadwal)
  • Fax (bila kita tidak menggunakan fasilitas Fax)
  • IP Helper (bila kita tidak menggunakan transisi IPV6)
  • Portable Device Enumerator Service (bila kita tidak akan mentransfer / mensinkronisasi files dari removable mass-storage devices untuk dijalankan dengan aplikasi seperti Media Player)
  • SmartCard (sangat jarang ada implementasi SmartCard di Indonesia)
  • SmartCard Removal Policy
  • Windows Biometric Service
  • Windows Error Reporting Service
  • Windows Defender (bila kita sudah menggunakan Antivirus lain)
  • Windows Media Player Network Sharing Service (bila kita tidak akan sharing files yang akan dimainkan dengan Media Player)
  • WLAN Autoconfig (bila komputer kita tidak akan dihubungkan ke WLAN)
3. Mengeset Services Menjadi Manual
Bila sebelumnya adalah tentang mematikan (men-disable) services, maka yang ini adalah tentang mengeset services menjadi manual. Maksudnya adalah, services tersebut tidak dalam keadaan berjalan, namun akan dijalankan hanya pada saat Windows membutuhkannya.
Caranya adalah dengan klik Start, klik kanan pada My Computer, dan pilih ‘Manage’. Klik pada ‘Services and Application’, lalu pilih ‘Services’. Untuk setiap entry yang ada, kita dapat meng-klik kanan pada entry tersebut dan pilih properties, lalu pilih ‘manual’ pada ‘Startup type’ beberapa entry berikut ini :
  • Application Experience
  • Computer Browser (bila komputer tidak terhubungkan pada network)
  • Desktop Window Manager Session Manager (bila kita tidak menggunakan theme Aero)
  • Diagnostic Policy Service
  • Distributed Link Tracking Client
  • Offline Files
  • Portable Device Enumerator Service
  • Print Spooler (bila kita tidak menggunakan / memiliki printer)
  • Protected Storage
  • Remote Registry
  • Secondary Logon
  • Security Center
  • Server (bila komputer anda tidak terhubungkan pada network)
  • Tablet PC Input Service
  • TCP/IP NetBIOS Helper
  • Themes (bila kita hanya akan menggunakan theme Windows Classic)
  • Windows Media Center Service Launcher
  • Windows Search (bila kita tidak sering menggunakan fasilitas Windows Search)
4. Tidak menggunakan wallpaper dari file yang ukurannya besar
Ketika Windows 7 melakukan start-up, ia akan memuat semua komponen yang akan ditampilkan pada desktop. Tentu saja waktu load-nya akan menjadi lebih lama bila kita memasang wallpaper dari sebuah file yang ukurannya besar. Gunakan wallpaper dengan gambar yang berukuran kecil, atau tidak gunakan wallpaper sama sekali :) Baru gunakan wallpaper ketika Windows 7 sudah selesai dengan start-up-nya.
5. Tidak menggunakan sound scheme yang menjalankan file suara yang besar ukurannya pada start-up
Selain wallpaper yang juga membebani start-up adalah sound scheme. Maksudnya adalah setting yang kita buat yang akan men-trigger suara tertentu pada start-up. Bila start-up memang harus menggunakan suara, gunakanlah file yang berukuran kecil / durasi pendek, atau lebih baik tidak menggunakan suara sama sekali.
B. Men-disable efek visual
Cukup banyak efek visual pada Windows 7 yang memang memperindah tampilan, tapi sebenarnya tidak begitu esensial untuk kelancaran kerja produktif. Dalam keadaan default, semua efek visual berada dalam keadaan aktif, dan bagi komputer yang tidak memiliki spek tinggi ini jelas akan menghambat kinerja secara keseluruhan.
Cara mematikan efek visual ini adalah dengan klik Start, klik kanan pada ‘My Computer’, lalu pilih ‘Properties’. Pilih ‘Advanced System Setting’ dan pada tab ‘Advance’, pilih ‘Setting’ pada bagian ‘Performance’. Pada bagian ‘Performance Options’ ini kita bisa langsung memberikan tanda check pada pilihan ‘Adjust for Best Performance’, dan ini akan mengakibatkan semua tanda check pada opsi-opsi di bawahnya hilang. Ini artinya kita akan men-disable semua efek visual. Ini aman dilakukan, dan akan membuat Windows 7 berjalan lebih gesit, meski dengan tampilan sederhana.
Barangkali setelah kita men-disable semua opsi itu, dan mencoba Windows 7 dengan setting ini untuk beberapa saat akan merasa ada kekurangan. Kita bisa kembali ke bagian ini lagi untuk mem-fine-tune setting yang sebenarnya kita inginkan. Misalnya, kita ingin tetap dapat melihat thumbnail files gambar pada Windows Explorer, maka kita bisa memberikan tanda check untuk pilihan ‘Show Thumbnails instead of Icons’.
C. Alokasi Spasi pada drive
Sebaiknya sisakan cukup banyak spasi kosong pada drive di mana kita menginstal Windows 7 (default = C: ). Ini juga mengasumsikan bahwa sebaiknya harddisk dipartisi lebih dari satu drive. Spasi kosong di C diperlukan untuk keperluan virtual memory. Bila memory fisik (RAM) pada komputer kita kurang, maka Windows akan mengkompensasinya dengan membuat virtual memory, alias memory yang dibuat dengan memanipulasi spasi kosong pada harddisk. Bila spasi kosong pada C terlalu kecil, sementara kita menjalankan terlalu banyak software pada saat yang bersamaan (multitasking), maka dapat dipastikan kinerja Windows akan melambat.
D. Readyboost
Sejak Windos Vista, fitur Readyboost sudah ada. Berbeda pada Vista yang hanya dibatasi pada sebuah flashdisk dengan kapasitas maksimal 4 Gigabytes, pada Windows 7, flashdisk yang digunakan dapat sebanyak maksimal delapan buah dengan total kapasitas maksimal 256 Gigabytes.
Tentu saja tidak semua flashdisk dapat digunakan untuk keperluan ini. Pertama, flashdisk-nya harus memiliki access time 1 mili detik atau lebih cepat lagi. Kedua, kecepatan bacanya harus lebih cepat dari 2.5 Megabytes per detik dan kecepatan tulisnya lebih cepat dari 1.75 Megabytes per detik. Keduanya adalah untuk data sebesar 4 Kilobyte yang ditulis-baca pada seluruh permukaan memory-nya. Ketiga, kapasitasnya minimal 256 Megabytes.
Perlu diperhatikan bahwa bila kapasitas flashdisk yang akan digunakan lebih dari 4 Gigabytes, maka flashdisk tersebut harus diformat dengan NTFS atau exFAT.
Cara menggunakannya mudah. Tancapkan flashdisk, lalu pada menu autoplay yang muncul pilih Speed Up My System using Readyboost, lalu klik tab Readyboost. Beri tanda pada opsi Dedicate this Device for Readyboost bila kita akan menggunakan sebuah flashdisk untuk terus menerus digunakan untuk kepentingan ini, atau klik Use this device bila kita hanya menggunakannya untuk sementara. Selanjutnya, gunakan slider yang ada di bawahnya untuk menentukan besarnya kapasitas dari flashdisk yang akan digunakan.
E. Registry Tweaks
Pengeditan setting pada registry Windows 7 juga dapat membantu meningkatkan kinerja Windows 7. Di antaranya :
? Mempercepat Tampilan Menu
Ternyata secara default, Windows 7 di set untuk memberikan waktu tunda (delay) untuk menampilkan menu pada start menu. Bila nilai waktu tunda itu kita ubah (pada registry) kita akan mendapatkan respon menu yang lebih cepat.
Cara melakukannya adalah klik start, ketik regedit, dan enter. Lalu pilih opsi HKEY_CURRENT USER > Control Panel > Desktop. Pada jendela sebelah kanan klik dua kali value key dengan nama MenuShowDelay. Di sini yang kita lakukan adalah mengubah nilai default 400 menjadi lebih kecil. Kita bahkan dapat memberikan nilai 0.
? Beberapa sumber di Internet menyebutkan bahwa penambahan setting ini akan meningkatkan waktu desktop loading. Tempatnya masih sama pada lokasi di registry seperti sebelum ini. Yang harus dilakukan adalah menambah beberapa value key seperti berikut ini :
o AutoEndTasks: 1
o HungAppTimeout: 1000
o WaitToKillAppTimeout : 2000
o LowLevelHooksTimeout: 1000
Untuk menambahkan value key, yang dilakukan adalah dengan klik kanan pada jendela sebelah kanan, lalu pilih key, pilih string value, tuliskan nama value key-nya, lalu klik kanan pada value key tersebut dan pilih modify. Masukkan nilainya seperti yang tertulis di atas. Sesudah selesai melakukan ini, komputer harus di-restart.
F. Memperbesar Virtual Memory
Virtual Memory adalah sebuah upaya dari Windows untuk mengkompensasi kekurangan memory fisik (RAM). Bila kita menjalankan sebuah software yang memerlukan RAM cukup besar atau kita menjalankan banyak software sekaligus dalam suatu waktu (multitasking), maka besar kemungkinan RAM yang dimiliki komputer kita tidak cukup lagi. Windows kemudian memanipulasi ruang kosong pada drive C (default-nya adalah pada drive C) untuk dijadikan virtual memory.
Nilai default virtual memory ditentukan oleh Window 7 pada batas minimumnya, dan di set secara otomatis (Automatically manage paging file size for all drives). Kita bisa mengubah nilai tersebut. Caranya adalah klik Start, klik kanan pada My Computer, pilih Properties, dan klik Advanced System Settings. Pada bagian Performance, klik Settings, lalu pilih tab Advanced. Pada bagian Virtual Memory, klik Change dan hilangkan tanda check pada Automatically manage paging file size for all drives. Pada bagian Total paging file size for all drive akan terbaca minimum allowed dan recommended. Gunakan angka recommended sebagai patokan untuk menetapkan nilai baru virtual memory yang akan kita gunakan.
Di bagian atasnya (Paging file size for each drive), kita pilih Custom size, yang memiliki dua kolom isian ‘initial size’ dan ‘maximum size’. Katakanlah kita mengisi dua nilai yang berbeda pada dua kolom isian tersebut dengan ‘initial size’ sebesar 1024 dan ‘maximum size’ sebesar yang disarankan oleh Windows 7 (recommended). Ini artinya Virtual Memory pada PC kita akan bersifat dinamis, alias bisa berkisar di antara dua nilai itu. Akibatnya akan bisa timbul aktifitas harddisk yang cukup aktif, yang jelas akan memperlambat sistem. Oleh karena itu sebaiknya kita buat Virtual Memory agar bersifat statik alias tidak berubah. Caranya adalah dengan mengisi dua kolom tersebut dengan nilai yang sama.
Sebuah saran mengatakan bahwa sebelum kita melakukan perubahan pada virtual memory dari dinamis menjadi statik, ada baiknya agar harddisk di defragmentasi terlebih dahulu. Lebih baik melakukan ini pada saat pertama kali selesai menginstal Windows 7 atau defragmentasi itu dilakukan dengan terlebih dahulu menonaktifkan virtual memory. Saran lain mengatakan bahwa ukuran virtual memory itu adalah maksimal sebesar 2.5 kali dari memory fisik yang terinstal. Berapapun nilai ini, yang jelas jangan sampai tidak dapat diakomodasi oleh spasi kosong yang ada pada drive C.
G. Defragmentasi Harddisk
Meskipun barangkali efeknya tidak akan terlalu terasa pada kinerja komputer, namun defragmentasi harddisk secara konseptual akan mengurangi aktifitas harddisk karena adanya files yang tidak kontinu penempatannya atau yang terfragmentasi pada sektor harddisk yang berjauhan, dan oleh karenanya maka akan mempercepat proses search atau loading.
Sama seperti pada Windows XP dan Vista, pada Windows 7 kita dapat melakukan analyzing dulu sebelum melakukan defragmentasi. Bila Windows memang menyatakan bahwa harddisk perlu untuk di defrag, maka kita sebaiknya segera melakukan itu. Bila tidak, kita tidak perlu melakukannya karena proses ini cukup memakan waktu.
H. Gunakan driver versi terakhir
Driver yang kinerjanya tidak optimal hanya akan mengakibatkan bottle neck pada proses atau malah mengandung cacat / bug. Sebaiknya kita selalu mengecek apakah ada update driver terbaru untuk perangkat-perangkat komputer yang kita miliki. Yang krusial pada Windows di antaranya adalah update driver VGA Card dan Chipset Motherboard.
I. Pertimbangan Hardware
? Kapasitas RAM & Pemasangannya bila lebih dari 1 keping
Maksimum RAM yang dapat dikenali dan digunakan pada Windows 7 adalah 192 Gigabite, namun itu dengan catatan bahwa versi yang digunakan adalah 64 bit. Sebagian besar orang mungkin menggunakan versi 32 bit yang memiliki maksimum dukungan RAM sebesar 4 Gigabyte (itupun tidak bisa semuanya di-address). Dalam hal RAM, tidak saja kita harus memperhatikan kualitas seek time / access time, namun juga pemasangannya pada motherboard. Motherboard tertentu menerapkan aturan spesifik bila Memory Bank-nya lebih dari 2. Lebih baik kita baca manual motherboard untuk urusan ini. Selain itu, bila keping RAM yang digunakan lebih dari 1, usahakan agar merek dan jenisnya sama persis. Ini adalah untuk menjamin adanya kinerja dual channel pada memory yang terpasang. Kini pada beberapa motherboard bahkan ada yang sudah mendukung triple channel.
? Harddisk yang cepat
Harddisk yang sistem koneksinya IDE kini sudah hampir punah dipasaran, yang banyak sekarang adalah SATA. Bahkan kini sudah mulai banyak dijual tipe SSD yang sangat cepat. Menggunakan harddisk yang cepat, jelas akan berdampak signifikan pada kinerja komputer secara keseluruhan.
? Optical Drive yang support DMA Channel
Sebenarnya hampir semua optical drive sekarang sudah support DMA Channel, namun pada beberapa jenis, Windows 7 menurunkannya menjadi PIO. Sejauh yang diketahui, belum ada optical drive yang dipasarkan dengan tulisan “Windows 7 Compatible”, yang jelas bila Windows 7 menurunkan cara aksesnya menjadi PIO (yang berarti kurang kompatibel dengan Windows 7), ini akan memberikan hambatan cukup berarti pada kinerja Windows 7.
? VGA Card
Bila kita ingin semua keindahan Windows 7 tampil dengan optimal, maka boleh jadi komponen utama komputer yang harus diperhatikan adalah VGA Card. Microsoft menetapkan bahwa spesifikasi minimum VGA Card untuk Windows 7 adalah yang mendukung DirectX 9. Namun tentu akan lebih baik bila kita menggunakan VGA Card yang spesifikasinya di atas itu.
Seperti kita ketahui, hampir setiap edisi majalah komputer selalu memberikan review tentang VGA Card. Jenisnya begitu banyak dan beragam. Ada baiknya kita membaca review yang dituliskan di majalah atau di Internet. Bila dana cukup, yang kita beli tentu yang terbaik, namun kita juga tahu bahwa harga VGA Card ada yang lebih mahal dari satu set komputer. Pertimbangan yang rasional perlu diterapkan di sini.

III. OPTIMALISASI DENGAN SOFTWARE
Cara termudah untuk mengoptimalkan kinerja Windows 7 adalah dengan menggunakan bantuan software. Kini sudah banyak beredar software untuk keperluan ini, dan untungnya ada beberapa dari software tersebut yang bersifat freeware. Pada dasarnya yang dilakukan oleh beberapa software tersebut adalah membuatkan GUI khusus untuk setting yang akan diubah. Apa yang sudah dijelaskan sebelum ini (Optimalisasi Tanpa Software) ada yang dapat dilakukan secara mudah dengan bantuan software yang dimaksud, namun ada pula langkah-langkah optimalisasi yang berada diluar jangkauan cara-cara manual. Artinya hanya dapat efektif bila dilakukan dengan software ini.
Beberapa software tersebut antara lain :
1. EnhanceMySe7en - http://seriousbit.com/
2. Windows 7 Little Tweaker –
http://leelusoft.blogspot.com/2009/05/windows-7-little-tweaker.html
3. Ultimate Windows Tweaker –
http://www.winvistaclub.com/Ultimate_Windows_Tweaker.html
4. Windows 7 Manager –
http://www.yamicsoft.com/windows7manager/index.html
5. XDN Tweaker – http://xenomorph.net/?page_id=336
6. TweakNow PowerPack 2009 - http://www.tweaknow.com/index.php
7. Tune-Up Utilities –
http://www.askvg.com/a-big-review-of-tuneup-utilities-2006/
8. FixWin Utility –
http://www.thewindowsclub.com/downloads/FixWin.rar
9. Windows 7 Registry Cleaners :
a. RegAce - http://www.fastregistryfixes.com/regace.php
b. RegGenie –
http://www.fastregistryfixes.com/reggenie_review.html
c. Sette Maxer –
http://d60pc.com/redirectdownload/settemaxer.html
d. RegTool - http://www.fastregistryfixes.com/regtool_review.html
10. 7Tweak - http://daoisoft.com/
Diposkan oleh iit nur utami di 18:42 0 komentar
Label: Optimalisasi kinerja win7
keuntungan dan kelebihan Windows 7
Kekurangan dan kelebihan windows 7